Minggu, 12 Januari 2014

KRAKATAU, PRIMADONA WISATA DI SELAT SUNDA


Gunung Krakatau memiliki sejarah yang kelam karena letusannya yang luar biasa dahsyat. Tetapi Krakatau kini menjadi salah satu primadona wisata di Selat Sunda. Tahun 1883, salah satu gunung api teraktif di dunia yakni Krakatau memuntahkan laharnya.
www.belantaraindonesia.org

Letusan Krakatau berpengaruh terhadap perubahan iklim di berbagai belahan dunia, konon debu vulkanisnya bahkan sampai Benua Amerika. Letusan tersebut kemudian terkenal sebagai salah satu yang terdahsyat di dunia.

Rabu, 08 Januari 2014

KEJAYAAN PETUALANG ALAM PUTRI INDONESIA 1987-1997


Sebelum badai krisis menerpa Indonesia, dunia petualangan putri kita sempat ramai. Pertengahan delapan puluhan sampai pertengahan 90 - an menjadi masa emas ekspedisi khusus putri Indonesia. Pemberitaan yang cukup sering di masa itu mengangkat nama - nama figur petualang - alam putri dalam beragam kisah fenomenal.

Antara lain, Karina Arifin, Ita Budi, Dwi Astuti, Aryati, Jonetje Wambaruw, Diah Bisono, Clara Sumarwati, Lala, Amalia Yunita, Heni Juhaeni, dan Vreytha C. Ilvia. Pada 1987, parapetualang putri Indonesia berhasil menjejak Puncak Imja Tse ( Island Peak ) setinggi 6169 meter di Himalaya, Nepal. Boleh dibilang inilah tim petualang putri Indonesia pertama yang go international.

Berikutnya, 17 Maret 1988, tim putri Aranyacala Trisakti Jakarta bikin kejutan. Mereka sukses memanjat Tower III Gunung Parang, Purwakarta. Waktu itu, terpilih tujuh pemanjat putri yang memenuhi syarat sebagai anggota inti ekspedisi. Sebut saja, Teja Sari, Amalia Yunita, Vreytha C. Ilvia, Elisa, Rinto Widya Prasti, Laksmiana S dan Emma Alvita Bukit.

Dalam waktu 18 hari mereka berhasil menuntaskan ”Ekspedisi Putri Parang Aranyacala 1988”. Usai sukses meraih puncak Imja Tse, pendaki putri Indonesia kembali menggeliat. Kali ini sasarannya tak tanggung-tanggung: 5 puncak tertinggi di 5 negara Eropa. Bila dirinci: Mont Blanc ( 4.807m, Perancis ), Grand Paradiso ( 4.601 m, Italia ), Monterosa ( 4.634 m, Swiss ), Grossgiockner ( 3.978 m, Austria ) dan Zugsptee ( 2.964 m, Jerman Barat ). Ekspedisi yang digelar pada 1.989 itu diberi tajuk ”Ekspedisi Wanita Alpen Indonesia”. Tim pendaki dibagi menjadi dua kelompok. Regu I bertugas meraih puncak Grossgiockner dan Grand Paradiso. Regu II mendaki Zugsptee dan puncak Dufourspitz – titik tertinggi dari sepuluh puncak Monterosa.

Lalu kedua regu bersama - sama mendaki Mont Blanc. Di tahun yang sama, adaEkspedisi Putri Lipstick Aranyacala di Bambapuang, Sulawesi Selatan. Sayang, sebelum puncak tergapai telah terjadi musibah - Ali Irfan Batubara, fotografer tim, tewas tergelincir dari ketinggian. Tahun 1990 ada dua ekspedisi yang berdekatan, pertamaEkspedisi Chulu West Putri Patria Indonesia dan Ekspedisi Annapurna Putri Patria Indonesia,” ujar Dwi Astuti – petualang putri senior yang menjadi anggota Trupala dan Pataga Universitas 17 Agustus Jakarta. Ekspedisi ke Annapurna berhasil mengantarkan Aryati menjadi wanita Asia pertama yang berhasil meraih Puncak Annapurna IV, Himalaya ( 7525 meter ).

Ekspedisi putri terus bergulir. Pada 1991, Tim Srikandi dari Tim Panjat Tebing Yogyakarta ( 6 orang ) membuat jalur di Bukit Tanggul, Tulung Agung, Jawa Timur. Prestasi luar negeri ditorehkan di Puncak Tebing Cima Ovest, Lavaredo, Italia. Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia itu berhasil membuat rute baru yang dinamai Jalur Putri Indonesia. Dalam tim ini ada delapan pemanjat: Aik, Erna, Endang, Henny, Wiona, Rina, Itut dan Nonie. Ketua ekpedisi berada di tangan Lisa ( FEUSAKTI Jakarta ) dan Iyel sebagai technical advisor ( Aranyacala USAKTI Jakarta ).Tahun 1992, putri - putri dari Aranyacala USAKTI Jakarta kembali buat ekspedisi.

Dengan bendera Ekspedisi Putri Trisakti-Indonesia, mereka sukses di bumi Amerika. Hebatnya, ekspedisi ini merupakan gabungan dari empat kegiatan: arung jeram, penelusuran gua, pendakian gua dan panjat tebing. Ada juga ekspedisi Putri Khatulistiwa Tim Panjat Tebing Yogyakarta memanjat dinding utara Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat. Jonetje Wambaruw tersenyum lega saat menjejakkan kaki di puncak Aconcagua, Argentina ( 6.960 meter ). Bersama Aryati, Lala dan Clara Sumarwati, ia mendaki titik tertinggi di Amerika Selatan itu pada Januari 1993.

Tahun selanjutnya, ada Ekspedisi Putri Trisakti ke Afrika. Format petualangan Kartini - kartini muda asal Aranyacala itu sama dengan ekspedisi ke Amerika. Amalia Yunita bergabung bersama Herawati Rambe, Dini Pusianawati, Tejasari, Daisy Harsa dan Nova Novianti dalam tim Arung Jeram di Sungai Zambezi, yang melintang di dua negara Zimbabwe dan Zaire.

Pada tim penelusuran gua, ada Lis Isniati, Eva Sophia Asmara dan Lyra Ramdhoni. Sedang panjat tebing: Maya Sari Arienty, Eva Maria dan Susi Susilowati dan terakhir tim pendakian gunung: Dewi Ratnasari. Konon, ekspedisi ini menelan biaya sekitar 400 juta rupiah. Sempat vakum beberapa tahun, dunia petualangan dikejutkan dengan keberhasilan Clara Sumarwati meraih Puncak Everest pada 1996.

Clara Sumarwati

Sayangnya, keberhasilan Clara menjadi kontroversi lantaran ia gagal menunjukkan foto di puncak tertinggi dunia itu. Pada 1997, Ekspedisi Putri Mapala UI merampungkan pemanjatan Bambapuang di Sulawesi Selatan. Tercatat lima pemanjat dalam tim ini: Andi Purnomowati, Maya, Nadira, Dian, dan Ita. Badai krisis datang, kisah petualangan putri kita makin meredup. Mereka tak dapat membuat tim khusus putri gara-gara harus terbentur segepok perkara. Ujung - ujungnya, memang masalah dana. Kapan ya semangat Kartini berkobar lagi di arena petualangan kita?

sumber : http://www.belantaraindonesia.org

MERAWAT SEPATU PANJAT TEBING


Olahraga panjat tebing adalah olahraga yang berisiko tinggi, tidak sembarangan orang bisa melakukannya. Di samping membutuhkan latihan yang cukup, diperlukan juga peralatan yang mendukung pemanjatan.

Berbicara tentang peralatan panjat tebing, sepatu merupakan salah satu pendukung yang harus dimiliki bagi pemanjat pemula maupun profesional. Di samping memaksimalkan pemanjatan, jenis sepatu ber-sol karet ini juga melindungi kaki dari gesekan yang mengakibatkan luka. Melihat interaksi sepatu terhadap batu atau dinding yang begitu intens, sepatu menjadi barang yang rentan terhadap kerusakan. Tak jarang kita temui pemanjat pemula yang sepatunya cepat rusak.

Kalau mau ditilik lagi, hal ini bisa jadi disebabkan karena mereka  para pemanjat pemula tersebut  kurang mengetahui bagaimana cara merawat sepatu. Padahal masalah merawat sepatu jenis ini tidak sesulit seperti yang kita kira. 

Memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam masalah ini. Pertama, biasakan menyikat sepatu setelah dipakai. Proses penyikatan sebaiknya dimulai pada bagian atas dahulu baru kemudian ke bawah. Kenapa hal ini dilakukan, alasan yang paling masuk akal adalah karena setiap saat selesai latihan, kulit sepatu panjat biasanya cenderung kotor dan berdebu. Bila kotoran tersebut dibiarkan, maka kotoran tersebut akan mengendap pada kulit hingga mempercepat proses kerusakan dan lapisan sepatu menjadi mudah sobek. 

Acara sikat - menyikat sepatu ini kemudian bisa diteruskan menyentuh bagian bawah sepatu, mulai dari rend hingga bagian sol. Hal ini dilakukan agar debu dan kotorannya berkurang. Bisa juga diteteskan air sedikit demi sedikit ke bagian sol-nya, agar permukaan sol bisa lebih terlihat bersih. Kemudian sikat sepatu secara perlahan hingga bersih. Usahakan jangan sampai kena bagian kulit dari sepatu panjat, karena hal tersebut akan mengurangi daya tahan bagian kulit sepatu. 

Selanjutnya setelah disikat, usaplah sol sepatu panjat dengan kain yang kering. Usahakan jangan menjemur sepatu langsung terkena sinar matahari, karena akan merusak bahan sepatu. Mengeringkan sepatu yang baik, cukup diangin - anginkan saja sejenak hingga kering. 

Kemudian bila sepatu dirasa sudah kering taruhlah sillica gel agar lembab sepatu berkurang. Bila tak ada sillica gel, masukan lembaran koran ke dalam sepatu sebagai penggantinya. Usahakan bila kita telah mencapai tempat tinggal kita, keluarkan sepatu dan biarkan tergantung terkena angin. Hal ini membuat sepatu bisa tetap dalam kondisi kering dan enak dipakai kembali nantinya. 

Merawat sepatu panjat adalah salah satu perhatian kita terhadap keselamatan kita juga. Betapapun sederhana dan mudahnya, namun bila kita tidak mengindahkannya, percuma juga hasilnya. Mungkin cara yang paling tepat agar kita tak malas merawat sepatu adalah anggaplah merawat sepatu seperti kita merawat diri kita sendiri.

sumber : http://www.belantaraindonesia.org

TIPS MEMILIH JAKET OUTDOOR


Jaket outdoor atau yang lebih kita kenal dengan sebutan jaket gunung sekarang ini memiliki model, desain, dan bahan yang beragam. Merk lokal dan luar pun semakin meramaikan pasar. Sebelum membeli, ada baiknya Anda memiliki pengetahuan mengenai alat ini.
www.belantaraindonesia.org

Beraktivitas di alam bebas mengundang bahaya, karena itu, Anda harus mempersiapkan alat yang tepat dan mumpuni. Jangan sampai karena cuma mengejar “gaya”, tetapi pakaian Anda menjadi percuma karena tidak mampu melindungi Anda selama berpetualang. Dan ini dia beberapa tips dalam memilih jaket outdoor.

Sesuaikan ukuran, model, dan bahan 
Jaket yang baik harus bisa menutup tubuh bagian atas. Lubang dari lengan ataupun leher sebaiknya menutup sempurna untuk mencegah hawa dingin masuk. Selain itu, kenyamanan dalam bergerak harus diperhatikan. Pilihlah jaket dengan ukuran yang pas, tidak ketat dengan badan. Jangan pula terlalu besar, karena akan memakan spacebesar saat disimpan dalam tas.

Untuk model, pilihlah yang memiliki kerah tinggi dan topi. Kerah berfungsi melindungi leher, dan topi mampu menghangatkan bagian kepala.

Berbagai macam bahan tersedia di pasaran. Biasanya berfungsi wind-braker atau water-proof. Bahan waterproof lebih disukai karena lebih tahan air. Namun, bila hujan besar, air dapat masuk dari sela - sela jaket ataupun merembes.

Anda bisa melakukan tes dengan mengucek sedikit jaket yang akan dibeli. Bahan anti air, seperti taslan dan gore-tex, biasanya akan terasa licin dan kaku. Bila ingin memastikan kualitas, Anda dapat meniup salah satu bagian kain. Bila terasa mampat, dapat dipastikan bahan ini anti air.


Warna terang v.s. gelap
Beberapa pendaki menyukai warna terang, dengan alasan untuk lebih mudah dikenali. Warna terang juga lebih memantulkan cahaya daripada gelap yang bersifat menyerap. Namun, ada pula yang kurang suka, karena warna terang dianggap lebih cepat terlihat kotor.

Kembali kepada keutamaan fungsi sebuah peralatan, yaitu menunjang keselamatan. Bila warna terang lebih menunjang keselamatan, kenapa harus lebih takut kepada kotor?

Sesuaikan dengan medan dan waktu penggunaan
Seperti apa medan yang akan Anda hadapi? Bila Anda pergi ke gunung dengan ketinggian 2.000 – 3.000 mdpl, gunakan jaket dengan bahan dalam polar untuk menghangatkan. Waktu penggunaannya pun sebaiknya saat tidur. Apabila dipakai untuk berjalan, keringat keluar berlebihan, sehingga tubuh akan merasa terlalu lelah.

Pada beberapa kasus, seperti summit attack ( pendakian ke puncak ) di Gunung Semeru atau Rinjani, pergerakan dilakukan sekitar pukul 02.00 pagi. Tentu saja jaket harus dipakai untuk menjaga suhu tubuh.

www.belantaraindonesia.org


Perhatikan detail
Detail utama yang diperhatikan ialah bagian kantong dan resleting. Terlalu banyak kantong malah membuat jaket kurang efektif. Perhatikan pula masalah fungsi. Kantong di bagian samping perut, selain untuk menyimpan barang, bisa pula digunakan untuk menghangatkan telapak tangan.

Reseleting yang baik memiliki lapisan tahan air. Bila tidak, minimal resleting di bagian depan memiliki lapisan penutup lagi. Lapisan ini berfungsi mencegah angin masuk. Beberapa jaket memiliki resleting di bagian ketiak, agar tetap sejuk selama dipakai. Model ini bisa menjadi pilihan.

Lihat merk
Pilihlah merk yang sudah Anda kenal, atau Anda sudah memiliki referensi mengenai merk tersebut. Merk luar yang terkenal seperti Jack Wolfskin, Heads, Timberland, dll. Beberapa merk ada pula yang mencantumkan logo gore-tex. Untuk merk lokal, beberapa yang bagus diantaranya Eiger, Consina, Avtech, dan DMM.

Terkadang, ada pula merk yang kurang dikenal, tapi memiliki bahan yang bagus. Anda bisa menilai dari resletingnya. Bila tercantum merk jaket yang sama, berarti jaket terbilang bagus. Karena, tidak sembarang perusahaan bisa membuat logo di resleting. Bila tidak memakai merk sendiri, pilihaln jaket dengan merk resleting YKK, yang sudah terjamin kualitasnya.

sumber : http://www.belantaraindonesia.org