Makanan alternatif memang dibutuhkan bagi para penggiat alam bebas. Makanan
yang mudah di masak dan ringan saat di packing serta tidak memberatkan
saat di bawa, adalah hal utama. Alternatif makanan bagi penggiat alam bebas
saat ini adalah biskuit Neo atau Bisku Neo. Dengan mengkonsumsi empat bungkus Bisku Neo, kebutuhan energi dalam satu hari telah terpenuhi.
Ini bukan sembarang biskuit layaknya cemilan sore hari. Biskuit ini dapat menjadi ransum dan makanan pilihan bagi tentara dan korban bencana alam. Selain merupakan produk yang mendukung program diversifikasi pangan, Bisku Neo juga dapat menanggulangi masalah kelaparan di daerah bencana.
NEO, yang berarti Nutrisi lengkap, Energi tinggi, dan Orisinal dalam negeri merupakan bahan pangan yang mengandung zat aktif atau immuno stimulan untuk mempertahankan kekebalan tubuh.
Terjadinya bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan semata tetapi
juga menimbulkan kesulitan bagi para korban khususnya dalam hal
ketersediaan makanan. Dalam kondisi darurat, faktor makanan merupakan
salah satu hal krusial yang dibutuhkan bagi para korban.
Selama ini bantuan makanan yang lazim disalurkan berupa mie instan
atau makanan sejenis lainnya, yang selain membutuhkan piranti pendukung
dalam mengolahnya seperti air bersih dan kompor, makanan tersebut juga
rata - rata kurang memenuhi standar nutrisi.
Berangkat dari hal inilah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT
) mengembangkan produk makanan yang mudah didistribusikan, mengandung
cukup nutrisi, siap langsung dimakan dan menguatkan daya tahan tubuh,
khususnya bagi korban bencana alam, dalam bentuk makanan biskuit.
Pangan darurat “Bisku Neo” adalah sumber karbohidrat dan protein
yang mengandung zat aktif untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan telah
diuji di laboratorium secara in - vitro. Produk ini dibuat untuk menghadapi situasi dimana memasak tidak dimungkinkan dan air bersih tidak tersedia.
Bisku Neo mengandung ± 500Kkal / 100g atau ± 25% dari kebutuhan konsumsi harian bagi para pengungsi, sekaligus imunomodulator untuk mempertahankan kekebalan tubuh.
Yang paling penting, bahan baku makanan ini dibuat dari produk lokal
antara lain tepung ubi kayu, ubi jalar, jagung, tempe, gula, sehingga
disisi lain juga dapat meningkatkan kemandirian bangsa serta mendukung
program diservikasi pangan. Dan karena berasal dari bahan baku lokal, Bisku Neo
dapat diproduksi dalam jumlah yang banyak, sehingga cocok untuk
mengatasi permasalahan rawan pangan di daerah bencana dan perang.
Tekstur Bisku Neo dan cara pengemasannya dirancang untuk bertahan
terhadap tekanan besar sehingga bisa didistribusikan melalui jalur
udara. Selain itu, keistimewaan Bisku Neo juga terletak pada kemasannya
yang praktis dan siap saji serta biskuit ini mampu bertahan dalam jangka
waktu yang relatif lama, sehingga tidak cepat rusak atau kadaluarsa.
Saat ini Bisku Neo sudah diproduksi dengan skala industri bekerjasama dengan PT Tiga Pilar Sejahtera. Selain itu juga sudah dimanfaatkan oleh BASARNAS.
Makanan ini juga bisa diperuntukkan bagi orang tertentu yang
membutuhkan makanan instant tanpa harus memasaknya lagi, tidak harus
korban bencana alam.
Bisku Neo juga bisa dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh tentara yang sedang berlatih di daerah terpencil. Bagi Anda para pendaki dan petualang juga bisa memanfaatkan biskuit ini, Lebih mudah karena tidak perlu dimasak dan bisa berhemat air di perjalanan.
Tetapi untuk saat ini Bisku Neo belum di jual bebas di pasaran. Hanya
diperuntukkan untuk BASARNAS. Dan jumlah yang di produksi sesuai dengan
kebutuhan BASARNAS. Tetapi nanti mungkin akan disebarluaskan untuk kepentingan dunia alam bebas bagi Survival Kits.
NB: 1 bungkus Bisku Neo berisi 100 keping biskuit dengan harga
Rp 6000, dan saat ini mulai dikelola perusahaan Swasta. Semoga segera
beredar di wilayah publik.
SEMOGA BERMANFAAT!^^
sumber : http://havivuw.blogspot.com
Kamis, 21 November 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar